Awan dan Gunung Pancaniti menjadi saksi bisu puluhan santri Ponpes Riyadhul Jannah menimba ilmu agama di tengah keterbatasan bangunan dan akses jalan yang menantang. Pondok pesantren Riyadhul Jannah terletak di puncak Gunung Pancaniti, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamaju, Bogor, Jawa Barat.
Pesantren ini menjadi rumah bagi 83 santri yang gigih. Akses menuju pesantren memiliki jalur yang penuh tantangan karena diapit oleh tebing yang rawan longsor dan juga jurang yang sangat curam. Lokasinya yang berada di ketinggian 850 meter di atas permukaan laut (mdpl) membuat pesantren ini terisolasi dari hiruk pikuk dunia luar.
Keterbatasan bukan menjadi halangan, semangat para santri untuk menimba ilmu agama tak pernah padam. Dari 83 santri, 57 di antaranya adalah santriwati dan 26 santriwan, mereka berasal dari keluarga yatim, piatu, dan dhuafa yang memiliki keterbatasan ekonomi. Mereka ka tidak dipungut biaya sepeser pun.
Para santri tidak mengikuti pendidikan formal seperti sekolah pada umumnya. Namun, setiap Sabtu, guru-guru datang ke pesantren untuk memberikan pelajaran melalui program sekolah paket.
Para santri belajar di bangunan yang sudah usang, dengan masjid dan madrasah yang rapuh, bahkan berlubang di beberapa bagian. Ruang belajar pun tanpa jendela, menambah kesan yang memprihatinkan sejauh mata memandang.
Sanitasi toilet juga menjadi masalah serius di pesantren ini. Kondisinya yang kumuh dan tidak layak mencerminkan keterbatasan fasilitas yang ada. Secara keseluruhan, terdapat tiga bangunan inti di Ponpes Riyadhul Jannah, yaitu madrasah, asrama santriwati, dan asrama santriwan.


Kerinduan akan keluarga juga menjadi bagian dari perjuangan para santri. Beberapa dari mereka hanya bisa bertemu keluarga setahun sekali, bahkan ada yang sudah bertahun-tahun tidak dijenguk.
Kondisi Ponpes Riyadhul Jannah dengan segala keterbatasan akses pendidikan, transportasi, dan isolasi dari dunia luar, membuka mata kita bahwa kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya terwujud di sana.
Pendidikan adalah hak setiap warga negara, namun keterbatasan geografis dan akses menjadi penghalang bagi sebagian orang. Inilah yang dirasakan oleh para santri Ponpes Riyadhul Jannah.



Kisah ini adalah potret nyata bahwa semangat untuk belajar dan meraih mimpi dapat tumbuh subur di tengah keterbatasan. Ponpes Riyadhul Jannah dan para santrinya adalah bukti bahwa pendidikan adalah investasi berharga yang harus diperjuangkan, tanpa mengenal batas geografis maupun ekonomi.
Baitul Maal Pupuk Kujang mengajak kita semua untuk bersama-sama merdekakan pada santri pondok pesantren Riyadhul Jannah dari keterbatasan fasilitas yang tidak layak.
Klik ➡ http://bit.ly/Bantuanpesantren
Donasi cepat:
Rekening Infaq a/n Yayasan BMPK
📌💰 BSI 7099 5419 48
Sertakan kode unik: 020
Informasi lebih lanjut mengenai cara berdonasi dapat melalui:
🔗www.lazbmpk.com
📞0821-2929-5700
📍Baitul Maal Pupuk Kujang
